Sidang Perkara Pidana Dilakukan Dengan Teleconference

Wonosari – Pada hari Kamis, 26 Maret 2020 PN Wonosari, Kejari Gunungkidul dan Rutan Wonosari melaksanakan uji coba sidang perkara pidana secara online. Pelaksanaan persidangan yang biasanya dilaksanakan di satu lokasi ruang sidang Pengadilan Negeri Wonosari, kali ini dilakukan dari 4 lokasi yakni Majelis Hakim di ruang sidang PN Wonosari, Penuntut Umum di kantor Kejari GK, Terdakwa di Rutan Wonosari serta Penasihat Hukum di ruang Posbakum. Persidangan online ini merupakan terobosan dalam rangka mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan ketiga satuan kerja, terutama bagi para saksi dan tahanan yg sangat rentan terpapar ketika berada di luar tahanan serta menjaga para napi yg ada di dalam rutan yg telah steril. Selain itu persidangan online ini sebagai bentuk manajemen resiko tupoksi pengadilan yang terganggu karena adanya wabah covid-19 demikian disampaikan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonosari Y.F. Tri Joko Gantar Pamungkas, S.H., M.H. dalam sambutan uji coba tersebut.

Dihimbau juga agar masyarakat Gunungkidul memanfaatkan fasilitas teknologi informasi apabila ingin mendapatkan pelayanan pengadilan tanpa merasa takut akan penyebaran wabah Covid-19. Bagi masyarakat yang ingin mengajukan perkara perdata gugatan, gugatan sederhana dan permohonan dapat menggunakan metode E-Court dan E-litigasi, pengajuan surat keterangan dilakukan dengan aplikasi Eraterang sedangkan masyarakat yang ingin mendapatkan semua informasi pelayanan secara umum dapat menggunakan aplikasi virtual asisten berbasis Whatsapp SIVINA di Nomor 0899-5456-800. Mengakhiri keterangannya WKPN menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan PN Wonosari untuk melindungi masyarakat dari terpaparnya wabah Covid-19 sebagai implementasi asas keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi (salus populi suprema lex esto).

Prosedur Pelayanan dan Penerapan Social Distancing di Pengadilan Negeri Wonosari terkait wabah Covid-19

Wonosari – Ditengah mewabahnya virus Covid-19 atau yang dikenal dengan virus corona saat ini, kita dituntut untuk waspada dengan wabah virus tersebut, menjaga kesehatan, berperilaku hidup sehat dan membatasi berkerumun. Pengadilan Negeri Wonosari sebagai lembaga dibidang yudikatif, tetap melaksanakan pelayanan publik untuk para pencari keadilan. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan proses jalannya persidangan tetap berjalan seperti biasanya. Namun diterapkan beberapa prosedur social distancing sebagai upaya mencegah penularan virus Covid-19 yang sedang mewabah tersebut, seperti pengecekan suhu tubuh pengunjung, mewajibkan mencuci tangan dan membatasi jarak tempat duduk pengunjung. Seluruh ruangan pada kantor Pengadian Negeri Wonosari juga telah dilakukan penyemprotan desinfektan guna sterilisasi dari virus tersebut dan untuk saat ini sedang diupayakan untuk melakukan persidangan pidana dengan teleconference.

Pengadilan Negeri Wonosari mendorong masyarakat pencari keadilan untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi terkait layanan :

  1. Informasi terkait perkara, layanan, surat keterangan, denda tilang  dan informasi lainya, kami mendorong untuk tidak perlu datang ke kantor Pengadilan, cukup menggunakan Asisten Virtual, Sivina via aplikasi Whatsapp ke nomor : 0899-5456-800, pencari keadilan akan dilayani setiap hari selama 24 jam. Klik : Panduan Penggunaan
  2. Untuk masyarakat yang berkepentingan membuat surat keterangan, dapat memanfaatkan aplikasi Eraterang. Yaitu cukup dengan mendaftarkan permohonan surat keterangan dari rumah, dipantau prosesnya dan selanjutnya ketika prosesnya sudah jadi dapat diambil di Kantor Pengadilan Negeri Wonosari. Klik : Panduan Penggunaan
  3. Untuk masyarakat yang hendak berperkara perdata, baik permohonan, gugatan sederhana dan gugatan kami mendorong untuk dapat menggunakan layanan e-court dan e-litigasi. Yaitu melakukan pendaftaran secara online (e-court), pembayaran panjar biaya secara online (e-payment), pemanggilan pihak secara online (e-summons) dan proses persidangan secara online (e-litigasi). Klik : Panduan Penggunaan

HUT IKAHI ke-67, Pengadilan Negeri Wonosari Gelar Bakti Sosial

Dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) yang ke-67, pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2020 IKAHI cabang Pengadilan Negeri Wonosari menggelar acara bakti sosial,

Kegiatan tersebut di awali dengan laporan dan sambutan ketua Pengadilan Negeri Wonosari .  Setelah itu penyerahan secara simbolis sembako dari ketua Pengadilan Negeri Wonosari  kepada Pengurus yayasan rumah yatim kelor.

Kunjungan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia

Wonosari – Pada hari Jumat, 28 Februari 2020 Pengadilan Negeri Wonosari mendapatkan kunjungan dari Kuasa Usaha Duta Besar Australia untuk Indonesia Mr. Allaster Cox beserta tim. Kunjungan tersebut dilakukan karena Pengadilan Negeri Wonosari dinilai mampu mewujudkan peradilan yang inklusif, mampu memberikan keadilan bagi penyandang difabel dalam setiap tahapan proses hukum.

Dalam sambutannya, Allaster Cox menyampaikan bahwa Pemerintah Australia memberikan apresiasi kolaborasi Pengadilan Negeri Wonosari dengan berbagai pihak yang selalu berupaya menjamin keadilan bagi penyandang difabel yang berhadapan dengan hukum. Allaster juga menyampaikan melalui program yang selama ini telah dijalankan untuk penguatan institusi peradilan dan keamanan AIPJ2 (Australia Indonesia Partnership for Justice) berkomitmen untuk mewujudkan inklusivitas dan pemenuhan hak-hak penyandang difabel.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Wonosari Kelas II Eman Sulaeman, S.H. dalam sambutannya memberikan penjelasan bahwa awal mula Pengadilan Negeri Wonosari mewujudkan inklusivitas untuk penyandang difabel pada tahun 2014 dan terus berlanjut serta improvisasi hingga saat ini. Pembangunan sarana dan prasarana fisik untuk mendukung inklusivitas memang penting, namun yang lebih penting adalah merubah mindset dari aparatur di Pengadilan Negeri Wonosari. Bagaimana memberikan pelayanan hukum kepada pencari keadilan penyandang difabel sama dengan pencari keadilan yang lain.

Wakil Ketua Pengadilan Negeri Wonosari, Y.F. Tri Joko Gantar Pamungkas, S.H., M.H. dalam paparannya menyampaikan merubah mindset aparatur peradilan perlu masukkan teknis, pelatihan dan penguatan kapasitas bagi hakim, panitera, staf, petugas PTSP, satpam dan manajemen pengadilan. Untuk itu Pengadilan Negeri Wonosari  menggandeng beberapa lembaga seperti Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia (PUSHAM UII), Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), SLB Bhakti Putera dan beberapa lembaga lainnya. Setelah itu Pengadilan Negeri Wonsari menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam memberikan layanan kepada pencari keadilan penyandang difabel.

Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui perwakilan dari Biro Perencanaan mendukung penuh model pengadilan inklusif yang telah dipelopori oleh Pengadilan Negeri Wonosari dan besar harapan dapat direplikasi pada pengadilan-pengadilan diseluruh Indonesia.

1 2 3 ... 33